Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya gendang telinga pecah.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya gendang telinga pecah.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya gendang telinga pecah.

Gendang telinga merupakan suatu bagian vital dari telinga yang memiliki peran penting  dalam proses pendengaran. Pernahkah kita membayangkan kalau tiba-tiba gendang telinga pecah? Ya, meski terletak di dalam telinga, bukan tidak mungkin gendang telinga bisa mengalami gangguan seperti bagian tubuh lainnya. Lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah pendengaran akan menjadi terganggu? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui beberapa jawabannya. Gendang telinga punya peran yang tidak main-main sebagai bagian dari anatomi tubuh. Pertama, ia bertugas untuk merasakan getaran gelombang suara yang masuk, hingga kemudian mengubah getaran tersebut menjadi impuls saraf untuk dihantarkan ke otak sebagai suara. Kedua, gendang telinga juga berperan sebagai pelindung telinga bagian tengah dari bakteri, air, dan benda asing lainnya. Sayangnya, bagian penting ini bisa saja mengalami gangguan sehingga akhirnya pecah (perforasi membran timpani). infeksi yang terjadi pada telinga menjadi beberapa kasus yang menjadi penyebab gendang telinga pecah, terkena benda tajam, bahkan cedera pada kepala yang terjadi Tidak hanya itu, mendengar bunyi yang terlalu keras seperti suara musik atau ledakan, serta karena perubahan tekanan di dalam dan luar telinga tidak sama yang dikenal sebagai barotrauma. Kondisi ini biasanya terjadi saat berada di ketinggian dan kedalaman, seperti ketika naik pesawat dan menyelam di bawah laut. Menurut dr. Vijay Mukhija, seorang spesialis THT sekaligus ahli bedah plastik di ENT and Allergy Associates in Melville, New York, struktur gendang telinga tipis menyerupai kertas yang bisa dengan mudah rusak saat terkena benda asing sehingga menjadi salah satu penyebab gendang telinga pecah, Tidak semua orang langsung menyadari saat gendang telinganya pecah, keluhan yang terjadi karena rasa tidak nyaman pada telinga setelah beberapa hari kemudian. Kemungkinan besar kita telah menyadari beberapa gejala seperti rasa nyeri, keluar cairan seperti nanah atau darah dari dalam telinga, serta bunyi dengung yang terus-menerus. Ada beberapa orang yang juga mengeluhkan sakit kepala disertai mual dan muntah, hingga kehilangan sebagian atau seluruh pendengarannya. Di satu sisi, perlindungan yang diberikan gendang telinga untuk telinga bagian tengah memang akan membuatnya steril dan bersih. Namun, di sisi lain, gendang telinga jadi lebih rentan terserang infeksi terlebih saat sudah pecah. Berbagai bakteri akan mudah lebih masuk ke gendang telinga pecah, sehingga kemudian timbul infeksi yang dikenal dengan otitis media. Selain itu, karena gendang telinga berfungsi sebagai penghantar suara yang didengar, maka otomatis kemampuan tersebut akan menurun untuk dapat mendengar dengan jelas setelah gendang telinga pecah. Semakin besar lubang yang merusak gendang telinga, semakin besar pula kemungkinan gangguan pendengaran yang akan kita alami.[1] Gendang telinga pecah tidak semua orang dapat menyadarinya, biasanya gejala tersebut muncul beberapa hari. Setelah merasakan gangguan pada pendengaran, berupa gejala yang terjadi berdengung dan nyeri pada telinga, biasanya disertai dengan keluarnya cairan yang cukup mengganggu dari telinga. Tidak hanya itu, pengidap juga bisa mengalami mual, pusing, dan sakit kepala. Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gendang teling pecah, diantaranya:

  • Cedera
READ  APA PENYEBAB FARINGITIS ?

Ketika kamu mengalami kecelakaan atau cedera, hal ini bisa membuat kerusakan pada gendang telinga, baik akibat benturan keras maupun kecelakaan.

  • Suara Keras

Suara yang terlalu keras dapat membuat kondisi gendang telinga robek atau mengalami gangguan. Kondisi ini dikenal dengan istilah acoustic trauma.

  • Infeksi

Infeksi pada telinga menyebabkan penumpukan cairan pada telinga. Tentu penumpukan cairan yang tidak segera diatasi dapat membuat tekanan pada gendang telinga. Hal ini yang menyebabkan gendang telinga dapat robek.

  • Dekompresi

Gangguan telinga seperti dekompresi lebih sering dirasakan oleh para penyelam. Hal ini berkaitan dengan perubahan tekanan dari udara menuju dalam air. Kegiatan menyelam dapat menurunkan suhu tubuh secara drastis. Tekanan bawah air dapat meningkat tajam karena jaringan tubuh yang lebih banyak mengikat nitrogen. Sehingga dalam kegiatan penyelaman juga memerlukan adaptasi agar tidak berdampak buruk pada gendang telinga.

READ  Mengenal Beragam Jenis-Jenis Penyakit Infeksi Telinga

Perlu kita ketahui gendang telinga yang pecah atau robek ternyata bisa pulih sendiri, tapi dengan pengobatan yang dapat mempercepat penyembuhan. Namun untuk kerusakan yang cukup parah pada gendang telinga, tindakan medis diperlukan agar dapat menghindari komplikasi dari kondisi tersebut.[2]

 

 

Sumber: Klikdokter.com

Hellosehat.com

Halodoc.com