Berikut beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya gendang telinga pecah.

Berikut beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya gendang telinga pecah.

Berikut beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya gendang telinga pecah.

“dilansir dari laman Halodoc” Telinga merupakan organ tubuh yang memiliki fungsi cukup penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian orang terkadang tidak terlalu memperhatikan terhadap kesehatan, apalagi Kesehatan telinga. padahal telinga tersebut merupakan bagian-bagian penting yang juga memerlukan pengecekan setiap saat agar dapat mencegah gendang telinga pecah sertacterhindar dari penyakit maupun kerusakan yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Tentu, ketika gendang telinga mengalami gangguan berbahaya untuk kesehatan telinga maupun pendengaran kamu. Gangguan pada gendang telinga yang mungkin terjadi adalah pecahnya gendang telinga. Ketika gendang telinga pecah terdapat lubang atau robekan pada selaput tipis membran timpani yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada telinga seperti nyeri atau sakit pada telinga. Dampak lain yang lebih parah adalah gangguan pendengaran bahkan kehilangan pendengaran. Tidak semua orang dapat langsung menyadari bahwa dirinya mengalami gendang telinga pecah, biasanya gejala muncul beberapa hari. Setelah merasakan gangguan pada pendengaran, berdengung dan nyeri pada telinga, biasanya disertai dengan keluarnya cairan yang cukup mengganggu dari telinga. Tidak hanya itu, pengidap juga bisa mengalami mual, pusing, dan sakit kepala. Salah satu bagian telinga yang cukup penting adalah gendang telinga. Selaput tipis ini dikenal dengan membran timpani yang bergetar jika terkena gelombang suara. Getaran tersebut kemudian dikirim menuju telinga bagian tengah dan dalam yang kemudian diteruskan menuju otak. Itulah proses sampai akhirnya kita bisa mendengarkan suara melalui telinga. Tidak hanya mengantarkan gelombang suara menuju otak, gendang telinga memiliki manfaat untuk melindungi telinga dari benda-benda asing yang hendak masuk telinga bagian dalam.  “dilansir dari laman Alodokter” pada umumnya, gendang telinga yang pecah akan dapat sembuh dengan sendirinya dalam 6-8 minggu. Dokter akan memberikan antibiotik, baik dalam bentuk obat tetes atau obat minum, untuk mencegah gendang telinga pecah kita bisa lakukan pengobatan segera pada infeksi telinga. Terdapat pula beberapa upaya lain dalam menangani pecahnya gendang telinga, seperti:

  • Menambal robekan. Dokter juga dapat menambal robekan pada gendang telinga. Robekan pada gendang telinga akan ditambal dengan kertas khusus. Kertas tersebut akan membantu robekan pulih dan menyatu kembali.
  • Pemberian obat pereda rasa sakit.Apabila pecahnya gendang telinga menimbulkan gejala berupa nyeri atau rasa sakit pada telinga, dokter akan menganjurkan pasien untuk mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Operasi gendang telinga atau timpanoplasti masih tergolong jarang dilakukan. Operasi ini dilakukan dengan mencangkok jaringan lain ke gendang telinga yang pecah.
READ  Hati-hati, Ini Cara Aman Membersihkan Kotoran Telinga

Selain itu hal yang dapat dilakukan dirumah, seperti beberapa perawatan yang dapat membantu dalam pemulihan gendang telinga yang pecah. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan sendiri meliputi:

  • Menjaga telinga tetap kering. Gunakan penutup telinga atau alat khusus untuk menghindari masuknya air ketika mandi.
  • Jangan menahan napas di hidung saat bersin. Menahan napas di hidung ketika meniup atau bersin dapat meningkatkan tekanan pada telinga. Tekanan yang terjadi akibat bersin yang ditahan berpotensi memperburuk kondisi.
  • Tahan keinginan untuk membersihkan telinga. Jangan membersihkan telinga untuk sementara waktu. Biarkan gendang telinga yang pecah kembali pulih terlebih dahulu

Menghindari aktivitas yang berisiko. Sebisa mungkin hindari aktivitas yang dapat menyebabkan telinga terkontaminasi, misalnya berenang. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mencegah gendang telinga pecah. Upaya tersebut meliputi:

  • Gunakan alat pelindung diri berupa penutup telinga, apabila bekerja di lingkungan yang bising.
  • Sebisa mungkin hindari perjalanan dengan pesawat ketika sedang pilek atau flu.
  • Gunakan penutup telinga, kunyahlah permen karet, atau menguaplah saat terjadi perubahan tekanan, agar tekanan yang ada di telinga tetap stabil.
  • Ketika membersihkan telinga dengan cotton buds, lakukan secara perlahan dan berhati-hati.
  • Hindari menggunakan benda yang tajam atau keras untuk membersihkan telinga.
READ  Mengenal Beragam Jenis-Jenis Penyakit Infeksi Telinga

 

 

Sumber:Sehatq.com